Longsor Saat Pembangunan Mini Soccer di Cisempur Jatinangor, Empat Pekerja Meninggal Dunia

Longsor Saat Pembangunan Mini Soccer di Cisempur Jatinangor, Empat Pekerja Meninggal Dunia

Sumedang – Peristiwa kecelakaan kerja akibat bencana alam longsor terjadi saat pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) dalam proyek pembuatan lapangan Mini Soccer di kawasan Shakghan Butik Dusun Wates, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (02/01/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Longsor terjadi saat para pekerja sedang melakukan penggalian tanah. Material tanah dari bagian atas tebing tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di bawah galian dengan kedalaman kurang lebih enam meter.

Kapolsek Jatinangor KOMPOL Rogers Thomas, S.H. menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika salah satu pekerja merasakan adanya pergeseran tanah sebelum akhirnya longsor terjadi.

“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian salah satu pekerja yang berada di atas merasakan tanah mulai bergerak. Namun longsor terjadi secara tiba-tiba sehingga para pekerja yang berada di bawah tidak sempat menyelamatkan diri,” ujar Kapolsek Jatinangor.

Akibat kejadian tersebut, 8 (delapan) orang pekerja menjadi korban, dengan rincian 4 orang selamat dan 4 orang meninggal dunia. Korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RS Unpad, sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke RS AMC Cileunyi.

Kapolsek Jatinangor menambahkan, pihaknya bersama unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob, dan pemerintah setempat langsung melakukan pengamanan lokasi serta membantu proses evakuasi korban.

“Sejak menerima laporan, kami langsung mengamankan TKP, membantu evakuasi, serta melakukan pendataan korban dan saksi-saksi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres Sumedang KOMPOL Sungkowo, S.H., M.H. yang turun langsung ke lokasi kejadian menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas utama dalam penanganan peristiwa tersebut.

“Kami memastikan seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Saat ini fokus utama kami adalah keselamatan personel, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi agar tidak terjadi korban tambahan,” ujar Wakapolres Sumedang.

Wakapolres Sumedang juga mengimbau masyarakat dan pihak pelaksana proyek agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja, terutama pada aktivitas pembangunan di wilayah yang memiliki kontur tanah labil.

“Kami mengimbau agar setiap kegiatan pembangunan, khususnya di daerah rawan longsor, memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan kerja, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu,” tegasnya.

Hingga saat ini, Polres Sumedang masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan dan pengamanan lokasi.**tin

Post Comment

You May Have Missed